Berikut adalah kisah kakak beradik, aples dan andi yang diangkat di
jawapos. Sebuah kisah yang cukup mengharukan. Andi adalah
seorang bocah 5 tahun yang menderita HIV/AIDS karena tertular ibunya
yang kini telah meningal karena Virus mematikan ini. Sungguh lengkap
penderitaan Andi, setelah mengetahui bawa dirinya terjangkit HIV sang
ayah tega menelantarkannya. Dia pun kini hidup berdua bersama sang kakak
Aples yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Demi merawat sang adik,
Aples telah rela meninggalkan bangku sekolah yang amat dicintainya.
Tidak cukup disitu, karena takut tertular, warga
desa tempat mereka tinggal tega mengucilkan mereka, dan pada puncaknya
warga desa tersebut mengusir mereka dari rumah tempat mereka tinggal.
Saya yakin siapapun yang membaca cerita ini akan
merasa simpati terhadap penderitaan Andy dan kakaknya. Tapi sebenarnya
bukanlah itu yang ingin saya tekankan disini. Sekarang lihatlah diri
kita, sudah banyak sekali nikmat
yang telah diberikan Allah kepada kita, kalau Andy
harus kehilangan Ibunya, ditinggalkan Ayahnya dan bahkan jiwanya
terancam Virus mematikan, kita masih punya Ayah dan Ibu, jasmani kita
masih segar-bugar. Kalau Aples harus merawat adiknya, berhenti dari
sekolah dan harus menghadapi usiran warga desa, kita masih bias hidup
tenang di rumah, masih bias belajar dan sekolah/kuliah tanpa harus
memikirkan usiran warga desa. Berkaca pada kisah kakak-beradik itu,
sungguh kita ini sangat beruntung.
Pertanyaannya, sudahkah kita bersyukur…..?
Komentar